Makalah Taksonomi


MAKALAH
BRYOPHYTA TUMBUHAN
                                            TENTANG
LUMUT

                                                                    DISUSUN OLEH

                                                                     NUR HASANAH

                                                                        17.3.01.0038
                                                         


                       

                      JURUSAN PENDIDIDKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) BIMA
            TAHUN AKADEMIK 2017/2018




DAFTAR ISI


HALAMAN SAMPUL.......................................................................................... i
KATA PENGANTAR   ......................................................................................... ii          
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN     
A.   Latar Belakang  ............................................................................................ 1
B.    Rumusan Masalah  ...................................................................................... 2
C.   Tujuan .......................................................................................................... 2 
BAB  II  TINJAUAN PUSTAKA  ....................................................................... 3                               
BAB III PEMBAHASAN
     A.pengertian  tumbuhan lumut  (BRYPHYTA)………………………………………………. 4
     B. Ciri-ciri tumbuhan lumut (BRYPHYTA)…………………………………………………….  5
     C. Perkembang biakan tumbuhan lumut (BRYPHITA) …………………………………...  6
     D. Klasifikasih tumbuhan lumut (BRYPHITA)………………………………………………… 7
BAB IV   PENUTUP
     A.KESIMPULAN………………………………………………………….……11  
 B.  SARAN........................................................................................................ ..12
 DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                   


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalahBRYOPHYTA TUMBUHAN “ sebagai tugas dari mata kuliah Taksonomi tumbuhan rendah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Saya juga mengucapkan berbanyak trimakasih kepada dosen pembimbing mata kuliah taksonomi tumbuhan tepatnya pak Muh,..Nasir, S.P., M.Pd dan teman-teman yang membantu saya dalam pembuatan makalah ini.
Walau telah berusaha semaksimal mungkin, saya merasa bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Untuk itu saya ucapkan terima kasih.








Bima 29 okto 2018


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar belakang
 Lumut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang termasuk kedalam divisi bryophyta. Pada umumnya lumut menyukai tempat tempat yang basah dan lembab di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan berbagai kondisi pertumbuhan. Lumut merupakan salah satu tumbuhanpioneer yang tumbuh ketika awal suksesi pada lahan yang rusak,  atau daerah dengan hara yang miskin. Setelah area ditumbuhi lumut, area tersebut akan menjadi media yang cocok untuk perkecambahan dan pertumbuhan tumbuhanlainnya (Damayanti,2006).
Lumut daun meliputi ± 12.000 jenis yang mempunyai daerah agihan yangamatluas. Lumut daun dapat tumbuh di atas tanah tanah gundul yang periodik mengalami masa kekeringan, bahkan di atas pasir yang bergerak pun dapat tumbuh. Selanjutnya lumut- lumut ini dapat kita jumpai di antara rumput-rumput, di atas batu-batu cadas, pada batang-batang dan cabang-cabang pohon, di rawa-rawa, tetapi jarang di dalam air. Mengingat tempat tumbuhnya yang bermacam-macam itu, maka tubuhnyapun memperlihatkan struktur yang bermacam-macam pula (Tjitro   soepomo, 1998).
      Lumut merupakan salah satu kelompok tumbuhan rendah dan bagian dari keanekaragaman hayati yang belum banyak mendapat perhatian (Windadri, 2007). Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki penyebaran lumut yang sangat besar. Namun, informasi tersebut masih belum tereksploitasi secara penuh, sehingga . pengetahuan mengenai lumut di Indonesia masih kurang (Damayanti, 2006).

B. RUMUSAN MASALAH
      Rumusan masalah dalam makalah ini adalah.
        1. Apa yang dimaksud dengan lumut?
        2. Bagaiman ciri-ciri lumut?
        3. Bagaimana klasifikasih lumut?
        4. Bagaimana  rerproduksi lumut?
        5. Apa peran lumut bagi kehidupan?

C. TUJUAN
       Tujuan dalam makalah ini adalah:
         1. untuk mengetahui pengertian lumut.
         2. untuk mengetahui cici-ciri lumut.
         3. untuk mengetahui klasifikasih lumut.
         4. untuk mengetahui reproduksi lumut.
         5. untuk mengetahui peran lumut bagi kehidupan 

 
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.  Tinjauan umum BRYOPHYTA
         Lumut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang termasuk ke daladivisi Bryophyte Pada umumnya tumbuhan lumut menyukai tempat-tempat yang basah dan lembab di dataran rendah sampaidataran tinggi. Tumbuhan ini sering disebut sebagi tumbuhan piooner atau tumbuhan perintis, karena lumut dapat tumbuh dengan berbagai kondisi pertumbuhan dimana tumbuhan   pertama yang tumbuh ketika awal suksesi pada lahan yang rusak, atau daerah dengan hara yang miskin. Setelah area ditumbuhi lumut, area tersebut akan menjadi media yang cocok untuk perkecambahan pertumbuhan tumbuhan lainnya (Damayanati, 2006).
                Bryophyta dibagi kedalam tiga kelompok besar, yaitu lumut tanduk (Anthocerotae), lumut hati (Hepaticeae), lumut daun (Musci) (Gradstein, Churchill & Salazar, 2009). Anthocerotaemerupakan kelompok terkecil pada Bryophyte(Damayanti, 2006). Diperkirakan kurang dari 100 jenis dengan delapan sampai sembilan marga yang tersebar di seluruh dunia(Gradstein, Churchill & Salazar 2009). Gametofit lumut tanduk pipih dengan thalus symmetris billateral (Goffinet & Vanderpoorten,2009). Sporofit umumnya tumbuh tegak terdiri dari kaki dan kapsul, tanpa tangkai (Hasan & Ariyanti, 2004). Hepaticeaedikenal sebagailumut hati memiliki anggota sekitar 5000 jenis. Gametofit lumut hati sangat bervariasi. Berdasarkan hal tersebut lumut hati dibedakan menjadi dua kelompok yaitu lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. Sporofit lumut hati tidak seperti lumut daun, perkembangan sporofit secara penuh terselubung tanpa kaliptra sampai spora masak.(Gradstein, Churchill & Salazar 2009).
         Lumut daun memiliki gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti b atang, cabang dan daun. Sporofit Musciberumur panjang , berwarna kecoklatan terdiri atas kaki, kapsul yang disangga oleh suatu tangkai disebut seta (Hasan& Ariyanti, 2004).

B. KLASIFIKASIH TUMBUHAN LUMUT 
1. Lumut Hati (HepatiCospida)
            Sesuai dengan namanya, lumut ini dapat diamati langsung dengan mata, lumut ini mempunyai bentuk khas yaitu lekukan-lekukan yang menyerupai bentuk hati dan juga terbagi atas dua lobus, sama seperti hati. Lumut ini tumbuh dan menempel di bebatuan, tanah,  daun-daun pepohonan dalam rimba di daerah tropika dan dinding-dinding pada bangunan tua yang lembab. Lumut hati dapat melakukan fotosintesis untuk makanannya sendiri (autotrof). Struktur tubuhnya meliputi akar, batang, dan daun.
2. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)
               Tubuh lumut tanduk menyerupai lumut hati yaitu seperti talus, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit.  Cara perkembang biakannya sama dengan lumut hati, yaitu perkembang biakan secara generatif dengan membentuk anteridium dan arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.
3. Lumut Daun (Musci)
      Lumut daun atau lumut sejati merupakan lumut yang sering kita jumpai karena tempat hidupnya yang lebih terbuka dibanding lumut lain, bentuknya pun lebih menarik. Lumut sejati memiliki perbedaan dengan lumut hati yaitu dari segi dauunya yang tumbuhn pada semua sisi sumbu utama, atau dengan kata lain, daunnya berasal dari pusat tengah lumut tersebut (simetri radial).
C.  PERAN LUMUT
              Lumut mempunyai manfaat terhadap manusia, seperti Marchantia polymorpha, lumut ini termasuk kedalam klasifikasi lumut hati, dan sesuai dengan namanya lumut ini dapat digunakan sebagai pengobatan hepatitis (infeksi pada hati). Jenis jenis lumut gambut seperti Sphagnum yang termasuk kedalam klasifikasi lumut daun dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.

BAB III
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
Lumut (dalam bahasa yunani : bryophyta) adalah sebuah divisi tumbuhan yang hidup didarat, yang umumnya berwarna hijau dan berukuran kecil (dapat tidak tampak dengan bantuan lensa), dan ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50 cm. Lumut ini hidup pada batu, kayu gelondongan, pepohonan, dan ditanah. Lumut tersebar hampir diseluruh belahan dunia, terkecuali didalam laut. Lumut mempunyai sel-sel plastid yang dapat menghasilkan  klorofil A dan B, sehingga dapat membuat makanan sendiri dan bersifat autotroph
         Lumut termasuk kedalam kingdom plantae, yang mana kingdom plantae meliputi semua organisme yang multiseluler dan telah berdiferensiasi, eukariotik, dan dinding selnya mempunyai selulosa. Organisme yang termasuk kedalam plantae ini hampir seluruhnya bersifat autotrof (membuat makanan sendiri) dengan bantuan cahaya matahari saat proses fotosintesis.

B. CIRI – CIRI TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
·         Berukuran kecil dan jarang mencapai 15 cm
·         Bentuknya pipih seperti pita, dan adapula seperti batang dengan daun yang kecil
·         Sel-sel penyusun tubuhnya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosaz
·         Batang dan daunnya mempunyai susunan yang berbeda,yaitu:
       1. Selapis sel kulit, yang beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak   seperti benang yang berfungsi sebagai akar dan menyerap makanan dari air dan garam mineral
       2.  Lapisan kulit dalam tersusun atas korteks, silinder pusat yang terdiri dari sel penunjang atau parenkim yang memanjang, tidak mengandung xilem dan floem
       3.   Silinder pusat, terdiri atas sel parenkim yang berguna untuk mengangkut ari
  dan garam mineral.
·         Pertumbuhan pada lumut yaitu secara memanjang
·         Susunan gametangiumnya (arkegonium ataupun anteredium) mempunyai susunan yang khas, yang sering dijumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta), terutama arkegoniumnya. Arkegonium adalah gamet betina yang berbentuk seperti botol dan mengandung sel ovum, sedangkan anteredium adalah gamet jantan tabg berbentuk bulat dan mengandung sel spermatozoid                                                                                                            
·         Daunnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel-sel daun kecil, mengandung kloroplas yang tersusun seperti jaring dan berbentuk sempit dan memanjang   Sporofit (sporogonium) terdiri atas:
·          1. Seta atau tangki
·          2. Vaginula, yaitu kaki yang diselubungi dinding arkegonium
·          3. Apofisis, yaitu ujung seta atau tangki yang melebar, merupakan peralihan antara    seta           dan     kotak spora
·          4. Kaliptra atau tudung, yaitu berasal dari dinding arkegonium atas dan akan menjadi         tudung   kotak spora
·           5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora
                 Sistem reproduksi bersifat metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara seksual (gametofit) dan aseksual (sporofit). Reproduksi seksual membentuk gamet jantan dan betina dalam gametofit, sedangkan reproduksi aseksual dengan spora haploid terbentuk didalam sporofit

C. PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
           Siklus hidup tumbuhan lumut bersifat metagenesis, karena bergantian antara reproduksi seksual dan aseksual. Awalnya sporofit menghasilkan spora yang akan menjadi protonema, dari protonema inilah gametofit terbentuk. Generasi gametofit ini punya satu sel kromosom yang disebut dengan haploid (n) dan gametofit ini menghasilkan gametangium (organ reproduksi) yang disebut dengan anteredium pada jantan dan arkegonium pada betina. Gametangium dilindungi oleh daun khusus (bract).  
Anteredium berbentuk bulat dan menghasilkan sperma berflagela (anterezoid dan    spermatozoid), sedangkan arkegonium berbentuk seperti botol yang memiliki bagian lebar disebut perut, dan ada bagian sempitnya yang disebut dengan leher.
.        Pembuahan (fertilisasi) sel telur oleh anterzoid membuahkan zigot dengan dua sel kromosom atau disebut dengan diploid (2n). Zigot inilah yang merupakan awal dari sporofit lagi. Kemudian zigot melakukan pembelahan menjadi sporofit dewasa yang sudah memiliki kaki untuk melekat pada gametofit, seta, dan kapsul di bagian ujungnya. Kapsul ini merupakan tempat dihasilkannya spora melalui fase fase pada meiosis. Setelah spora masak dan dikeluarkan dari dalam kapsul, barulah siklus hidup lumut berulang lagi dari awal.

D. KLASIFIKASI TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)

     1. Lumut Hati (HepatiCospida)

     Sesuai dengan namanya, lumut ini dapat diamati langsung dengan mata, lumut ini mempunyai bentuk khas yaitu lekukan-lekukan yang menyerupai bentuk hati dan juga terbagi atas dua lobus, sama seperti hati. Lumut ini tumbuh dan menempel di bebatuan, tanah,  daun-daun pepohonan dalam rimba di daerah tropika dan dinding-dinding pada bangunan tua yang lembab. Lumut hati dapat melakukan fotosintesis untuk makanannya sendiri (autotrof). Struktur tubuhnya meliputi akar, batang, dan daun.
Lumut hati dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan bentuk talusnya, yaitu lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. Alat kelamin terletak pada bagian dorsal (belakang) talus pada jenis terletak pada bagian terminal (ujung).
LUMUT HATI (HEPATICOSPIDA)
 Lumut hati berkembang biak dengan oogami secara generatif, dan dengan fragmentasi, tunas, dan kuncup eram secara vegetatif. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan dan disebut dengan elatera, elatera ini akan terlepas saat kapsul terbuka, sehingga akan membantu memancarkan spora. Lumut ini juga bereproduksi secara aseksual dengan menggunakan sel yang disebut dengan gemma, yang berbentuk mangkok dan terletak dipermukaan sporofit.
          Contoh lumut ini adalah Marchantia polymorpha dan Porella.

2. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)
               Tubuh lumut tanduk menyerupai lumut hati yaitu seperti talus, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit.  Cara perkembang biakannya sama dengan lumut hati, yaitu perkembang biakan secara generatif dengan membentuk anteridium dan arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.
LUMUT TANDUK (ANTHOCEROTACEAE)
        Selnya hanya memiliki satu kloroplas, kloroplas ini berukuran besar dan terbesar dari pada kebanyakan tumbuhan lumut.Lumut tanduk banyak ditemukan di tepi-tepi sungai dan danau, disepanjang selokan, ditepi jalan yang basah dan lembab. Salah satu contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros Laevis.

3. Lumut Daun (Musci)
      Lumut daun atau lumut sejati merupakan lumut yang sering kita jumpai karena tempat hidupnya yang lebih terbuka dibanding lumut lain, bentuknya pun lebih menarik. Lumut sejati memiliki perbedaan dengan lumut hati yaitu dari segi dauunya yang tumbuhn pada semua sisi sumbu utama, atau dengan kata lain, daunnya berasal dari pusat tengah lumut tersebut (simetri radial).
LUMUT DAUN (MUSCI)
  Daun ini mempunyai rusuk pada bagian tengahnya dan rusuk tersebut tersusun pada batang dengan mengikuti garis spiral, panjangnya dapat bervariasi dari suatu bagian dari satu cinci dan mencapati satu kaki. Pada rusuk tengah ini mengandung sel yang memanjang, fungsinya untuk mengangkut air dan zat-zat hara. Lumut sejati tidak memiliki akar.

  Seperti lumut gambut dan lumut rawa, daunnya khas karena mempunyai jaringan sel kecil dan memisahkan sel mati yang besar. Mempunyai daya menghisap air yang laur biasa. Ini lah makanya lumut ini dapat bertahan hidup dirawa.
  Gametofitnya mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif dengan flagela nya, bila ada air maka spermatozoid akan berenang menuju ovum. Kemudian hasil fertilisasi menjadi sporofit, yang ketika sporofit sudah matang memiliki kaki penghisap dan satu tangkai yang panjang, juga sebuah kapsul yang khas.
       Contoh lumut ini adalah Polytricum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut atau Sphagnum.

E. MANFAAT TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
            Lumut mempunyai manfaat terhadap manusia, seperti Marchantia polymorpha, lumut ini termasuk kedalam klasifikasi lumut hati, dan sesuai dengan namanya lumut ini dapat digunakan sebagai pengobatan hepatitis (infeksi pada hati). Jenis jenis lumut gambut seperti Sphagnum yang termasuk kedalam klasifikasi lumut daun dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.
          Dalam lingkungan, lumut mempunyai peran sebagai penyedia oksigen, penyimpan air. Lumut dapat menyimpan air yang tertangkap diantara daun dan tangkainhya karena selnya seperti rozoid dan sel parenkim nya yang dapat menyerap air dan garam mineral dan bersifat seperti spons. Setelah air diserap seperti pada lumut hati yang menyerap air pada tempat yang ditumbuhinya, seperti pada pepohonan tumbang, itu akan membuat tanah menjadi kering, dan melindungi lumut tersebut dari kekeringan juga. Dengan kemampuannya menyerap air, juga akan menciptakan lingkungan alami untuk persemaian benih untuk tumbuhan bunga berkayu, herba, dan tumbuhan conifer. Lumut juga berfungsi sebagai penyerap polusi yang terdapat dilingkungan.

 Lumut juga dapat menambah estetika suatu daerah yang ditumbuhinya secara luas, membuat mata dapat memandangi pemandangan hijau yang terbentang luas. Dan juga memberi sumbangan terhadap modifikasi alam sekitar.

 Peranan bryophyte Syang lain adalah memperlambat proses erosi, karena daya penyimpanan airnya lebih baik daripada daun yang sudah mati. Sehingga memperlambat air pada permukaan tanah yang cepat dari air hujan. Dan semua manfaat serta peranan lumut  ini dapat terjadi karena mereka merupakan tumbuhan yang berkelompok dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang sama.
                                                                   

                                                                              BAB IV
                                               PENUTUP
A. KESIMPULAN
kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
   1.  lumut adalah tumbuhan kecil yang sering kita liat menempel di pepohonan , bebatuan atau di     asat    tanah.                                                                                                                                      
  2.   umumnya lumut berwarna hijau dengan bulu-bulu halus yang terdapat setiap bagian        tumbuhnya. Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab. Ukuran tinggi tubuh 20 cm. daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas seperti jala. Kecuali pada ibu tulang daunya dan sebagainya.                                                                                                               
3.   klasifikasih bryophyte( lumut) antara lain lumut daun /music, lumut tanduk/anthocerotaceae, lumut hati/hepaticiae.                                                                                                                                     
4.   reproduksi lumut bergantian antara antara seksual dengan aseksualnya, reproduksi    aseksualnya dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit , sedangkan reproduksi aseksualnya dengan membentuk gamet-gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit.                                                                                                                                                          
5.   manfaat brypohyta (Llumut) antara lain lumut jenis tertentu dapat dijadikan sebagai obat hati,  penyakit mata, dana kulit. Dapat dijadikan antibakteri, dan antiseptic dan lain-lain

B. SARAN
        Sebagai seorang mahasiswa khususnya farmasi sangat penting untuk mempelajari lumut mengingat keanekaragaman tumbuhan lumut yang terdapat di Indonesia memiliki potensi sebagai obat-obatan karena mengandung zat aktifnya. Hal tersebut juga dapat membuka peluang ekonomi yang besar bagi industri obat-obatan yang membutuhkan bahan baku alami sebagai bahan dasar untuk pembuatan obat-obatan dan keanekaragaman tumbuhan lumut itu sendiri dapat dipertahankan.   



DAFTAR PUSTAKA

   Gradstein,S.R.,2003,ecologi of bryophyte. A handout lecture of regional training course on biodiversity and conservation of bryophyta and lichend,bogor ,Indonesia. Di akses pada tanggal 26 0ktober 2018.
   Hasan,M. dan aryanti,N.S 2004, mengenal bryophyte(lumut) taman nasional gunung Gd pangranggo volume 1, balai taman nasional gunung Gd pangranggo, cibodas. Di akses pada tanggal 27 oktober 2018.
   Tan, B.C.,2003,briophites (mosses).A handout lecture of regional training course on biodeversiti and cover sation of bryophytes an lichend,bogor,Indonesia .Di akses pada tanggal 28 0ktober 2018.
   Tjitrojosoepomo,G.,1989 taksonomi tumbuhan.gadjah mada universyti press,Yogyakarta.Di akses pada tanggal 29 oktober 2018.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKSONOMI TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (CONVOLVULACEAE)