TAKSONOMI TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (CONVOLVULACEAE)
MAKALAH
TAKSONOMI TUMBUHAN TINGKAT TINGGI
Tentang
CONVOLVULACEAE
DOSEN PEMBIMBING: MUHAMMAD IRWANSYAH M,Pd
DISUSUN:
OLEH
NUR HASANAH
NPM
: 17.3.01.0038
KELAS:
B/4
JURUSAN
PENDIDIKANMIPA
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOI
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)
BIMA
TAHUN
AJARAN 2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kehadira ALLAH SWT Yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kami sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Convolvulaceae ”.Salam
serta selawat kita haturkan kepad junjungan kita Nabi Muhammad SAW .Dalam
pembuatan makalah ini, penulis tidak sendiri menyelesaikannya, namun banyak
menerima bimbingan dan bantuan dari semua pihak, oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam
menyelesaikan makalah ini.Namun demikian, dalam penyusunan makalah ini tentu
masih banyak kekurangannya, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari semua
pendengar atau para audiens yang sifatnya membangun agar dapat memperbaiki
makalah ini.Semoga makalah ini bermanfaat. Atas perhatian kami semua,
mengucapkan terima kasih.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR
ISI................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
................................................................................. 1
B. Rumusan masalah............................................................................. 2
C. Tujuan............................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA.................................................................. 3
BAB III PEMBAHASAN
A. Ciri-ciri umum Convolvulaceae............................................................6 B. Klasifikasi Convolvulacea............................................... 8
C. Ciri-ciri spesies dan famili Convolvulaceae..................................... 8
D. Distribusi dan ekologi Convolvulacea............................................. 17
E.
Manfaat/kegunaan Convolvulaceae................................................ 19
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................... 25
B. Saran ............................................................................................... 26
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Convolvulaceae
merupakan salah satu tanaman holtikultura sayuran
yang sangat di gemari oleh masyarakat Indonesia, selain rasanya yang gurih,
tanaman kangkung mudah didapat di pasar tradisional dan cara mengolahnya mudah.
Selain itu tanaman kangkung juga cocok di tanam di daerah dataran rendah maupun
dataran tinggi.Kangkung merupakan tanaman semusim dan berumur pendek. Berasal
dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan
Australia dan bagian negara Afrika. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water
convovulus, Water spinach. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan
gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan
mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan .(Nurmaidamalau,2013).
Seorang pakar kesehatan Filipina Herminia
de Guzman Ladion memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman obat, sebab
berkhasiat untuk penyembuh penyakit sembelit juga sebagai obat yang sedang
diet. Selain itu, akar kangkung berguna untuk obat penyakit wasir.Usaha
budidaya tanaman kangkung di Indonesia semakin meningkat. Hal ini disebabkan
kebutuhan pasar akan sayur kangkung dari tahun ke tahun terus meningkat yang
dikarenakan adanya peningkatan variasi makanan dan usaha rumah tangga yang
menggunakan sayur kangkung sebagai bahan bakunya.Prospek pemasaran kangkung
sekarang ini sangat menjanjikan baik dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri
maupun untuk ekspor. Sehingga di Irian Jaya tepatnya Kecamatan Muting Kabupaten
Merauke kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari bagi masyarakat. (Nurmaidamalau,2013).
Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh
Besar tanaman kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga
maupun untuk dijual ke pasar. Kangkung darat juga banyak ditanam di Pulau Jawa
khususnya di daerah Jawa Barat.Teknik budidaya tanaman kangkung yang tepat
menjadi prioritas utama agar mendapat hasil yang optimal dengan kualitas yang baik.
Untuk meningkatkan produksi dapat dilakukan secara intensifikasi dan
ekstensifikasi. .(Nurmaidamalau,2013).
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
ciri-ciri umum Convolvulacea ?
2. Apa
klasifikasi Convolvulaceae
3. Bagaimanakah
ciri-ciri dari jenis-jenis Convolvulaceae
4. Bagaimanakah
distribusi dan ekologi Convolvulaceae
5. Apa
saja manfaat atau kegunaan Convolvulaceae
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui ciri
umum Convolvulaceae
2.
Untuk mengetahui
klasifikasi Convolvulaceae
3.
Untuk mengetahui ciri
dan jenis-jenis Convolvulaceae
4.
Untuk mengetahui
distribusi dan ekologi Convolvulaceae
5.
Untuk mengetahui
manfaat atau kegunaan Convolvulaceae
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Kangkung
Kangkung merupakan salah satu anggota famili Convolvulaceae. Menurut
Pracaya (2009) tanaman
kangkung dapat digolongkan
sebagai tanaman sayur. Kangkung
terdiri atas 3 jenis yaitu kangkung air (Ipomoea aquatica F.), kangkung darat
(Ipomoea reptans P.), dan
kangkung hutan (Ipomoea
crassiculatus R.).
Adapun taksonomi tanaman kangkung
darat adalah sebagai berikut:
Kingdom
: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub
Divisi : Angiospermae
Kelas :
Dicotiledonaes
Ordo :
Solanales
Famili :
Convolvulaceae
Genus :
Ipomoea
Species
: Ipomoea reptana
Menurut Purwono
(2008) tanaman kangkung
merupakan jenis tanaman sayuran yang memiliki
akar, batang, daun
bunga, buah dan
biji. Kangkung memiliki perakaran
tunggang dengan banyak
akar samping. Akar
tunggang tumbuh dari batangnya
yang berongga dan
berbuku-buku. Daun kangkung berbentuk daun tunggal
dengan ujung runcing maupun
tumpul mirip dengan bentuk
jantung hati, warnanya
hijau kelam atau
berwarna hijau keputih-putihan dengan semburat
ungu dibagian tengah.
Bunganya berbentuk seperti
terompet Respon Pertumbuhan Dan..., Ernanda Tri Budiati, Fakultas
Pertanian UMP, 2017 berwarna putih ada
juga yang putih keungu-unguan. Buah
kangkung berbentuk seperti telur
dalam bentuk mini warnanya
cokelat kehitaman, tiap-tiap
buah terdapat atau memiliki
tiga butir biji. Umumnya
banyak dimanfaatkan sebagai bibit tanaman. Jenis dari kangkung
ini terdiri dari dua jenis yaitu kangkung air dan kangkung darat.
Namun jenis
tanaman yang paling
umum dibudidayakan oleh masyarakat yaitu tanaman kangkung darat atau
yang biasanyadikenal baik dengan sebutan kangkung cabut.Bagian kangkung
yang dikonsumsi adalah daunnya,
rasanya segar dan banyak mengandung zat besi dan juga
vitamin A, B, dan C. Kangkung beradaptasi terhadap kondisi
iklim dan tanah
yang cukup beragam,
akan tetapi memerlukan
kelembaban tanah yang
relatif tinggi untuk
pertumbuhan yang optimun.
Tanah dengan kandungan bahan
organik tinggi lebih
disukai. Kangkung dapat
memberikan hasil yang
optimum pada kondisi
dataran rendah Tropika
dengan temperatur tinggi dan
penyinaran yang pendek.
Menurut Edi
dan Yusri (2009)
kandungan gizi dan
manfaat kangkung sama seperti
sayuran pada umumnya
kangkung mengandung serat
yang tinggi.Seratus gram kangkung
darat mengandung 458 gram kalium dan 49 gram natrium. Kedua zat ini merupakan
persenyawaan garam bromida yang bekerja sebagai obat tidur karena
sifatnya yang menekan
susunan saraf pusat.
Kangkung mengandung zat sedatif
dimana dapat menurunkan
ketegangan dan menginduksi
ketenangan. Zat sedatif dalam kangkung ini lebih banyak kandungannya
pada kangkung darat daripada
kangkung air.
Senyawa ipomea
dalam kangkung juga
mengandung Respon Pertumbuhan Dan..., Ernanda Tri Budiati, Fakultas
Pertanian UMP, 2017 senyawa
lysergic acid, yaitu
morning glory seed
yang berkhasiat sebagai halusinogenik. Menurut Edi
dan Yusri (2009)
kangkung kaya akan
senyawa fitokimia. Senyawa fitokimia
merupakan komponen bioaktif dan
antioksidan alami bagi tubuh. Senyawa ini berperan sebagai
nutrisi dan serat alami yang dapat mencegah penyakit yang
disebabkan oleh radikal
bebas dan mencegah
pertumbuhan sel kanker.
Beberapa manfaat
lain dari senyawa fitokimia adalah menurunkan resiko terhadap penyakit kanker,
hati, stroke, tekanan darah tinggi, katarak, osteoporosis dan infeksi saluran
pencernaan. Beberapa jenis senyawa fitokimia adalah alkaloid, flavanoid, kuinon,
tanin, polifenol, saponin
yang fungsinya saling
melengkapi. Sebagai
antiracun, antiradang, peluruh
kencing, menghentikan pendarahan,
dan memiliki efek sedatif.
Efek sedatif pada
kangkung mampu membawa
zat berkhasiat kesaluran pencernaan.
Karena itulah kangkung
memiliki kemampuan menetralkan racun.
Dalam setiap 100
gram kangkung terdapat
289 mg purin. Karena itulah konsumsi kangkung oleh
penderita asam urat harus dibatasi
.Kandungan Zat Gizi Daun Kangkung
Per 100 gram
|
Zat giji
|
Jumlah
|
|
Energi (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Serat (g)
Kalsium (mg)
Fosfor (mg)
Zat besi (mg)
Vit A (SI)
Vit B1 (mg)
Vitamin C (mg)
Klorofil (mg\I)
Air (g)
|
29
3
0,3
5,4
1
73
50
2,5
6300
0,07
32
25
89,7
|
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Ciri-ciri
umum Convolvulaceae
Kangkung (Ipomoea aquatica), juga
dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1adalah sejenis tanaman yang termasuk jenis
sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di
pasar-pasarKangkung ini bisa disebut dengan swamp cabbage, water convovulus,
water spinach, ini bersal dari india. Kemudian menyebar di berbagai
wilayah.kangkung mrupakan tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam
waktu 4-6 minggu sejak dari benih kangkung dikenal dengan nama latin adalah
Ipomoea Reptans.Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak
peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water
spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma,
Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika.Kangkung termasuk
suku Convolvulaceae (keluarga kangkung-kangkungan. (Nordiyana, 2015).
1.
Morfologi
Kangkung darat dan air
a. Batang
Kangkung darat memiliki
warna yang bedah daripada batang tanaan kangkung air.kangkung darat memiliki
warnah putih kehijau – hijauan, batang tanaman kangkung darat memiliki ruas –
ruas yang lebih besar daripada kangkung yang tumbuh di dalam air
b. Daun
Kangkung darat memiliki
daun yang lebih kecil dari pada daun kangkung air, sebab kangkung air memiliki
daun yang besar dan berwarna hijau pucat, sedangkan daun kangkung darat kecil
dan berwarna hijau tu
c. Biji
Kangkung darat lebih
banyak berbiji dari pada kangkung air. Itu sebabnya kangkung darat diperbanyak
lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.
d. Akar
Tanaman
kangkung memiliki akar yang berserabut, warna akar kangkung darat lebih terang
dari pada akar kangkung darat, serta memiliki akar yang lebih kuat dan lebih
panjang dari pada kangkung air.( Nordiyana,2015).
2.
Ciri-Ciri
tanaman Kangkun
a.
Kangkung merupakan
tanaman tahunan yang hidup di daerah tropis maupun subtropis.
b.
Tanaman ini termasuk
dalam family Convolvulaceae atau kangkung- kangkungan dengan batang bergetah
dan berlubang didalamnya.
c.
spesies dari tanaman
sejenis ini adalah Ipomeae batatas atau ubi jalar.
d.
Kangkung dikenal baik oleh masyarakat kita
sebagai sayuran hijau yang memiliki kandungan vitamin mineral yang dukup tinggi
dengan harga murah dan mudah di dapat serta pembudidayaannya juga tergolong
mudah.
e.
Karakter ini mendukung pengembangan sebagai
salah satu komoditas tanaman holtikultura yang potensial untuk dikembangkan.
f.
Tanaman kangkung
merupakan jenis tanaman hijau yang memiliki akar, batang, daun bunga, buah dan
biji. Kangkung memiliki perakaran tunggang dengan banyak akar samping.
g.
Akar tunggang tumbuh dari batangnya yang
berongga dan berbuku-buku.
h.
Daun kangkung berbentuk
daun tunggal dengan ujung runcing maupun tumpul mirip dengan bentuk jantung
hati, warnanya hijau kelam atau berwarna hijau keputih-putihan dengan semburat
ungu dibagian tengah.
i.
Bunganya berbentuk
seperti terompet berwarna putih ada juga yang putih keungu-unguan.
j.
Buah kangkung berbentuk
seperti telur dalam bentuk mini warnanya cokelat kehitaman, tiap-tiap buah
terdapat atau memiliki tiga butir biji. Umumnya banyak dimanfaatkan sebagai
bibit tanaman.
k.
Jenis dari kangkung ini
terdiri dari dua jenis yaitu kangkung air dan kangkung darat. Namun jenis
tanaman yang paling umum dibudidayakan oleh masyarakat kita yaitu tanaman
kangkung darat atau yang biasanya dikenal baik dengan sebutan kangkung cabut. (Nordiyana,2015)
B.
Klasifikasi
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman
Kangkung – Tanaman kangkung ( Ipomoea reptans Poir ) Merupakan salah satu
tanaman yang tidak asing bagi kita.
Tanaman kangkung ini sangat mudah di jumpai dan di budidayakan baik di daratan
maupun di perairan. Tanaman kangkung berasal dari india yang menyebarluas
keberbagai benua terutamanya benua Asia yaitu indonesia dan lainnya. Untuk
lebih jelas perharikan klasifikasi dan morfolgi tanaman kangkung berikut ini.( Kurniawan
fredi,2016).
Klasifikasi Tanaman Kangkung
Kindom : Plantae ( Tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta ( Berpembuluh )
Superdivisio : Spermatophyta ( Menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta ( Berbunga )
Kelas : Magnoliapsida ( Berkeping dua / dikotil )
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convovulceae
Genus : Ipomea
Spesies : Ipome reptan Poir
C.
Ciri-ciri
spesis dari family Convulvulaceae
Adapun
jenis tanaman kangkung-kangkungan yang di kenal menurut perbedaan
habitatnya, yakni (Alihamdan, 2017):
1.
Kangkung
darat (Ipomea reptans).
Tanaman
kangkung darat adalah salah satu jenis tanaman dari kangkung yang hidupnya di
darat. Nama latin tanaman kangkung darat adalah Ipomoea Reptana Poir. Sedangkan
dalam bahasa inggris tanaman kangkung darat memiliki nama yaitu garden morning
glory. Varietas tanaman kangkung ini ada dua yaitu kangkung air dan kangkung
darat. Tanaman kangkung darat ini biasanya dapat kita jumpai di sawah dan
landang. Namun tanaman kangkung darat ini dapat juga ditanam di rumah dengan
cara di semai dalam polybag atau langsung di tanah dan juga dapat ditanaman
secara hidroponik.
Perbedaan
tanaman kangkung air dan darat pada tanaman kangkung darat ini memiliki
batangnya berwarna lebih hijau dengan ujung daun yang meruncing dan ukuran
tanaman yang relatif agak kecil sedangkan ciri pada tanaman kangkung air
daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih
tumpul sehingga terlihat lebih lebar.
Fungsi dan kegunaan tanaman kangkung darat bagi masyarakat digunakan sebagai
aneka makanan olahan kangkung seperti kangkung tumis, kangkung darat, kangkung
terasi, kangkung saus tiram karena tanaman kangkung ini mempunyai rasa yang
enak dan renyah ketika kita mengokonsumsinya namun yang perlu hati-hati pada
saat memasaknya harus benar-benar matang karena terkadang ada tanaman kankung
pada bagian batangnya ada lintah. Tanaman ini juga memiliki berbagai macam
manfaat dan khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit yang ada ditubuh. Nama Daerah Tanaman Kangkung Darat Rumpun,
Kalayou, Ladidih, Kangkong Kampong.
a.
Klasifikasi
Tanaman Kangkung Darat
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping
dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae (suku
kangkung-kangkungan)
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea reptana Poir.
b.
Ciri-ciri
tanaman kangkung darat Ipomoea reptana
Poir :
1) Tanaman
kangkung darat termasuk tanaman dikotil
atau berkeping dua.
2) Tanaman kankung darat batangnya tumbuh tegak,
panjang, berlubang dan beruas.
3) Daun
tanaman kangkung darat berbentuk panah, tangkai panjang, tepi daun rata,
bersegi dengan panjang sampai 15 cm.
4) Tanaman
kangkung darat memiliki bunga berbentuk lonceng dan berwarna ungu.
5) Buah tanaman kangkung berbentuk bulat telur
didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung darat melekat dengan
bijinya. Warna buah tanaman kangkung darat hitam jika sudah tua dan hijau
ketika muda. Buah kangkung darat berukuran kecil sekitar 10 mm. Biji tanaman
kangkung darat berbentuk bersegi-segi atau tegak bulat. Berwarna cokelat atau
kehitam-hitaman.
6) Akar
tanaman kangkung darat alar tunggang yang mana akan muncul pada setiap ruas
batang yang sudah tua.
7) Umur tanaman kangkung darat relatif singkat
karena biasanya pasca tanam 30-45 hari akan dipanen.
8) Tanaman kangkung darat berkembang biak dengan
biji dan stek batang. Budidaya menanam kangkung biji/ batangnya ditanam
ditanah, pot, atau di polybag. Habitat tanaman kangkung darat berada didataran
rendah sampai dataran tinggi. Syarat tumbuh tanaman kangkung darat berada pada
tepat yang sedikit lembab dan berair.
2.
Kangkung
air (Ipomea aquatica).
Kangkung
air (Ipomoea aquatica) adalah tumbuhan akuatik yang sering digunakan orang
sebagai sayuran. Kangkung termasuk dalam keluarga Kangkung-kangkungan (Family
Convolvulaceae).
Berikut
adalah klasifikasi kangkung air dalam taksonomi tumbuhan.
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub
Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Convolvulales
Famili : Convolvulacae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea aquatica
a.
Anatomi
·
Struktur
Sel Akar
Pada
struktur akar kangkung masih terdapat empulur. Seperti struktur akar tumbuhan
yang lain, akar kangkung juga memiliki epidermis, endodermis, korteks, serta
pembuluh pengangkut (xylem dan floem).
Tipe berkas pengangkut radial, tipe tetra arch dengan rongga-rongga
udara pada daerah korteks. Kangkung merupakan salah satu tumbuhan yang berakar
serabut.
·
Struktur
Sel Batang
Batang
terdiri atas peridermis, korteks dan stele. Berkas pengangkut tipe bikolateral,
dimana terdapat floem luar, xilem dan floem dalam. Batang kangkung tersusun
atas sel aerinkim atau parenkim aerob, batang kangkung berwarna hijau sehingga
mengandung kloroplas. Hal ini membuktikan bahwa batang kangkung juga melakukan
fotosintesis. Pada batang kangkung empulurnya mengalami perombakan(tidak
terdapat empulur) sehingga bagian tengahnya berlubang dan dibatasi oleh ruas
(buku), hal ini mendukung fungsinya sebagai tumbuhan air yang memiliki
kemampuan untuk mengapung.
·
Struktur
Sel Daun
Bagian
permukaan bawah daun banyak terdapat stomata bertipe parasitik, hal ini
disesuaikan dengan habitatnya di air. Pada daun juga banyak terdapat klorplas
yang didalamnya terdapat klorofil untuk berfotosintesis. Daun terdiri atas
epidermis atas, mesofil dan epidermis bawah. Stoma tipe panerofor, parasitic
dengang 2 sel tetangga. Pada kangkung dimana aerasi menjadi masalah terdapat
aerenkim pada akar yang nampak mencolok (besar) dan adanya rongga pada daerah
empulur batang yang diduga terkait dengan aerasi internal
b.
Ciri-
ciri kangkung air Ipomoea aquatica :
· Akar
Tanaman kangkung
memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua
arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar
secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih.
· Batang
Batang kangkung bulat
dan berlubang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbacious) dari
buku-bukunya mudah sekali keluar akar. Memiliki percabangan yang banyak dan
setelah tumbuh lama batangnya akan merayap (menjalar). Warna batangnya lebih
hijau pekat daripada warna daun.
·
Daun
Kangkung memiliki
tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya terdapat mata
tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya runcing
ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan
daun bagian bawah berwarna hijau muda.
·
Bunga
Bunganya menyerupai
terompet dan daun mahkota bunga berwarna putih atau merah lembayung.
·
Buah
Buah kangkung berbentuk
bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung
seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika sudah tua dan hijau
ketika muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10 mm, dan umur buah
kangkung tidak lama. Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat.
Berwarna cokelat atau kehitam-hitaman, dan termasuk biji berkeping dua.
Kangkung air memiliki biji yang sedikit sehingga untuk memperbanyak tanaman ini
biasanya digunakan cara stek.
c.
Fisiologi
Secara fisiologi, kangkung air dapat
menghasilkan metabolit sekunder yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Kangkung air merupakan tanaman yang mengandung serat tinggi. Selain itu tanaman
kangkung juga banyak mengandung vitamin A dan C serta mineral terutama zat besi
yang berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh manusia (Dibiyantoro, 1996).
Kangkung air diduga memiliki mengandung
komponen bioaktif yang sangat berguna bagi tubuh. Kangkung telah banyak
dimanfaatkan sebagai obat tradisional di kalangan masyarakat, namun masih belum
cukup informasi untuk menjelaskan hal-hal tersebut secara ilmiah. Kangkung air
merupakan salah satu objek yang penting dan menarik untuk diuji komponen
bioaktif dan aktivitas antioksidan alami yang terkandung di dalamnya.
Antioksidan merupakan bahan atau senyawa yang dapat menghambat atau mencegah
terjadinya oksidasi pada substrat yang mudah teroksidasi dan telah banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bagian tanaman kangkung yang mengandung
banyak gizi terletak pada batang muda dan pucuknya. Kangkung memiliki kandungan
gizi yang cukup tinggi karena didalamnya terdapat :
· Vitamin A, B1, C, K protein
· Kalori (energi), karbohidrat, protein,
dan lemak
· Mineral dan zat penting, misalnya zat
besi, kalsium, fosfor, asam amino dan kar
D.
Distribusi
dan Ekologi
1.
Ekologi
Convolvulaceae
Habitat alami kangkung air adalah di
perairan yang tergenang. Kangkung
biasanya tumbuh liar (secara alami) di sawah, parit tepi sungai atau bahkan di
parit. Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa
tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit
yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air,
mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam
dalam air dan daun muncul ke permukaan air.
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae,
yang merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6
minggu sejak dari benih. Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat
pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau
terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas
permukaan laut.
Kangkung
air merupakan salah satu jenis dari keluarga kangkung-kangkungan. Selain
kangkung air, juga dikenal kangkung darat. Tanaman kangkung terdiri dan dua
varietas, yakni kangkung daratyang disebut kangkung cina dan kangkung air yang
tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat
dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih
kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat bunga putih bersih. Perbedaan lainnya
pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar
daripada kangkung darat. Warna batangnya juga bebeda. Kangkung air berbatang
hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan
berbiji. Kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air itu sebabnya
kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk
batang.
2.
Distribusi
Convolvulaceae
Pada awalnya kangkung berasal dari
India, kemudian banyak pedagang yang membawanya berlayar ke berbagai negara
seperti Myanmar, Cina Selatan,
Australia, Afrika, Malaysia dan Indonesia. Di Cina, kangkung disebut dengan
nama weng cai, di Eropa swamp cabbage, water conuoiibis, atau ada pula yang
menyebutnya water spinach.
Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa,
khususnya di Jawa Barat. Di Kecamatan Muting kabupaten Merauke, Papua, kangkung
merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh
Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun
dijual ke pasar. Ekologi
Habitat alami kangkung air adalah di
perairan yang tergenang. Kangkung biasanya
tumbuh liar (secara alami) di sawah, parit tepi sungai atau bahkan di parit.
Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di daera h
tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951).
Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di atas permukaan
air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau
tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan
air.
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae,
yang merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6
minggu sejak dari benih. Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat
pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau
terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas
permukaan laut.
Kangkung air merupakan salah satu jenis
dari keluarga kangkung-kangkungan. Selain kangkung air, juga dikenal kangkung
darat. Tanaman kangkung terdiri dan dua varietas, yakni kangkung daratyang
disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa,
atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada
warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung
darat bunga putih bersih. Perbedaan lainnya pada bentuk daun dan batang.
Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Warna
batangnya juga bebeda. Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat
putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan berbiji. Kangkung darat lebih banyak
bijinya daripada kangkung air itu sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat
biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.
Pada awalnya kangkung berasal dari
India, kemudian banyak pedagang yang membawanya berlayar ke berbagai negara
seperti Myanmar, Cina Selatan,
Australia, Afrika, Malaysia dan Indonesia. Di Cina, kangkung disebut dengan
nama weng cai, di Eropa swamp cabbage, water conuoiibis, atau ada pula yang
menyebutnya water spinach.
Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa,
khususnya di Jawa Barat. Di Kecamatan Muting kabupaten Merauke, Papua, kangkung
merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh
Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun
dijual ke pasare.
E.
Manfaat/kegunaan
Kangkung Untuk Kesehatan
Adapun manfaat kangkung
bagi kesehatan, yaitu (Efendi E,2018).
·
Mengatasi Kekurangan
Zat Besi
Jika
Anda mengalami sering pusing, badan lemas, pandangan kabur maka bisa jadi Anda
mengalami kekurangan zat besi. Cara untuk mengatasinya yaitu dengan
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, salah satu diantaranya yaitu
sayur kangkung. Lihat juga Manfaat zat besi bagi tubu
·
Melancarkan Haid
Bagi
Anda para wanita yang sedang mengalami gangguan haid, cobalah minum rendaman
kangkung lalu peras ambil airnya dengan
setengah gelas air campurkan satu sendok madu. Minumlah secara rutin dalam
beberapa hari sehari sekali maka haid akan lancar.
·
Terhindar dari Penyakit
Diabetes
Kabar
gembira bagi Anda yang sering mengkonsumsi kankung yaitu Anda akan terhindar
dari penyakit gula atau disebut diabetes. Hal ini karena kandungan zat pada
kangkung bermanfaat untukk menyerap kadar gula berlebih pada tubuh kita.
·
Mengatasi Mimisan
Jika
Anda atau orang yang Anda kenal mengalami mimisan, maka coba segera atasi dengan
kangkung. Adapun caranya yaitu: Ambil seikat kangkung segar, ambil daunnya
saja. Cuci sampai bersih dan tumbuk sampai halus. Tambahkan gula merah asli
secukupnya. Ambil segelas air panas lalu seduhkan, setelah dingin atau hangat
saring seduhan kangkung tadi lalu diminumkan.
·
Terhindar dari Sariawan
Salah
satu penyebab seseorang mengalami sariawan selain panas dalam karena
kekurangan vitamin C. Pada kangkung
terdapat kandungan vitamin C yang tidak kalah dengan buah, maka dengan rutin
mengkonsumsinya Anda akan terhindar dari sariawan dan juga gusi berdarah. Baca
juga cara alami mengobati sariawan.
·
Mengatasi Sakit Kepala
Seringkali
kita mengalami kepala sakit cenat-cenut yang disertai pusing. Cobalah
mengatasinya dengan rebusan sayur kangkung.
Caranya yaitu dengan merebus seikat kangkung dengan 2 gelas air, rebus
sampai jadi 1 gelas. Setelah dingin diminum.
·
Menyegarkan Pikiran
Pada
kangkung terdapat kandungan vitamin B dan nutrisi lainnya yang bermanfaat untuk
meningkatkan produksi serotin. Dengan meningkatknya serotin pada otak kita akan
membantuk dalam menyegarkan dan menenangkan pikiran kita.
·
Mengatasi Ambeien
Sebagian
orang percaya bahwa kangkung dapat meredakan ambeien. Adapun caranya yaitu
dengan air rebusan mengkonsumsi satu ikat kangkung, rebus dari 2 gelas menjadi
segelas. Ambeien Anda akan sembu secara perlahan. Harus diperhatikan juga bahwa
penderita ambeien jangan mengkonsumi makanan pedas karena akan memperparah
ambeien.
·
Tidur Lebih Nyenyak
Setelah
mengkonsumsi sayur kangkung pastinya Anda akan merasa kantuk. Hal ini karena
sifat sedatif dalam kangkung yang menyebabkan saraf lebih kendur sehingga Anda
akan merasakan kantuk. Cocok sekali jika dikonsumsi bagi menginginkan tidur
lebih nyenyak, konsumsilah sayur kangkung sebelum Anda tidur sepertinya adalah
waktu yang pas.
·
Mengatasi Susah Tidur
Ada
kalanya ketika waktunya jam tidur tapi Anda malah mengalami susah tidur. Jika
hal itu terjadi cobalah mengkonsumsi sayur kangkung. Karena, efek dari
mengkonsumsi kangkung akan membuat Anda mengantuk dan saraf-saraf yang tegang
akan lebih kendor.
·
Menjaga Kesehatan Mata
Pada
kangkung terdapat kandungan vitamin A yang sangat baik peranannya dalam menjaga
kondisi mata agar tetap sehat. Ternyata vitamin A pada kangkung hampir setara
dengan bayam, malah ada sumber yang menyartakan bahwa lebih banyak kandungannya
dibanding bayam.
·
Meredakan Sakit Gigi
Jika
Anda mengalami sakit gigi, cobalah atasi dengan minum ramuan rebusan akar
kangkung. Caranya yaitu: Sediakan segenggam akar kangkung tambahkan setengah
sendok teh cuka, rebus sampai mendidih dengan 1 gelas air. Setelah
hangat-hangat kuku minum air rebusan tersebut sambil dikumur-kumurkan
·
Terhindar Dari Cacar
Air
Kandungan
nutrisi pada kangkung dipercaya dapat mencegah cacar air. Baik dikonsumsi
secara rutin oleh anak-anak atau dewasa yang belum pernah terkena cacar air.
Benar atau tidak masih diperlukan penelitian ilmiah lebih lanjut. Tidak ada
salahnya mencoba, karena jika memang begitu berarti Anda tidak perlu vaksi
cacar kan?
·
Melancarkan Air Kencing
Cobalah
rutin mengkonsumsi air rebusan kangkung, jika ribet dibuat lalapan saja atau
dimasakan sayur. Walaupun kebanyakan sumber harus dengan meminum air rebusan
kangkung, Saya pikir dengan mengkonsumsinya secara langsung atau sayurnya
khasiatnya sama. Setuju atau tidak?
·
Meredakan Gigitan
Serangga
Jika
Anda terkena gigitan serangga, lalu kebetulan ada kangkung mentah didapur Anda.
Cocalah memanfaatkan kangkung untuk meredakan sakit dan gatal-gatal karena
gigitan serangga
·
Mengobati Bisulan
Jika
Anda mengalami bisul cobalah menyembuhkannya dengan daun kangkung yang
dihaluskan, campurkan garam secukupnya lalu tempelkan pada area yang terkena
bisul. Diamkan beberapa menit dan lakukan 1 hari dua kali.
·
Menghilangkan Ketombe
Sabun
anti ketombe terasa kurang ampuh? Jika Anda mengalami gatal-gatal karena banyak
ketombe di kulit kepa Anda. Cobalah mengatasi ketombe dengan kangkung. Caranya:
Rendam seikat daun kangkung pada air secukupnya, diamkan semalaman. Keesokan
harinya pakailah untuk keramas sebelum menggunakan sampo antiketombe Anda.
Lakukan setiap hari.
·
Mengatasi Mual dan
Sembelit
Khususnya
bagi ibu hamil yang sering mengalami mual pada awal kehamilan yang disertai
sembelit. Cobalan atasi dengan rutin mengkonsumsi tumis sayur kangkung. Selain
itu, juga menyehatkan kondisi ibu hamil karena asupan zat besi Anda terpenuhi.
·
Menghaluskan Kulit Kapan
Kulit
kasar kapalan memang tidak nyaman. Cobalah menghaluskan kulit And dengan
mengoleskan getah kangkung secara rutin pada bagian kulit kapalan. Lambat laun
kulit kapalan akan hilang dan mengalus.
·
Mengatasi Kulit Gatal
Jika
Anda mengalami gatal-gatal pada kulit seperti karena eksim, cobalah meredakan
gatal-gatal dengan air rebusan kangkung. Caranya rebus seikat kangkung dengan
beberapa gelas air. Diamkan sampai hangat, lalu rendamkan atau basuhkan pada
bagian kulit yang gatal-gatal.
·
Menjaga Kesehatan
Jantung dan Otak
Kandungan
nutrisi pada kangkung bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah Anda. Anda
akan terhindar dari pembekuan darah yang biasa terjadi pada pembuluh darah
jantung dan otak, sehingga Anda akan terhidar dari penyakit jantung dan stroke.
·
Mengatasi Bau Mulut
Kandungan
Minyak esensial pada kangkung bermanfaat untuk mencegah dan menghilangkan bau
mulut. Dengan sering mengkonsumsi sayur kangkung Anda akan terhidar dari bau
mulut. Jangan lupa juga sikat gigi 2 kali sehari ya!
·
Melancarkan Air Susu
Ibu (ASI)
Banyak
sayuran hijau yang dapat membantu melancarkan dan memperbanyak ASI pada ibu
yang sedang menyusui, salah satunya adalah kangkung. Mungkin Anda baru dengar?
Ya sekarang Anda sudah tahu, maka cobalah karena kangkung mudah ditemukan di
warung atau pasar, tidak seperti daun katuk yang agak susah dicari karena
jarang di warung atau pasar.
·
Terhindar dari
Kolesterol Tinggi
Baik
sekali bagi Anda yang punya kolesterol tinggi, sering-seringlah mengkonsumsi
sayur kangkung. Selain murah manfaatnya luar biasa bagi Anda yang mempunyai
kolesterol tinggi. Bagi Anda yang suka dan sering menjadikan kangkung sebagai
menu makanan Anda, Anda akan terhindar dari kolesterol tinggi.
·
Menyehatkan Rambut
Selain
dapat mengatasi ketombe, air rebusan kangkung juga dapat mengatasi permasalahan
rambut Anda, seperti dapat merangsang pertumbuhan rambut baru, mengatasi rambut
rontok dan bercabang. Caranya sama seperti poin 17.
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
makalah ini , yaitu:
1.
Ciri-ciri umum tanaman
kangkung, antara lain :
· Tanaman
kangkung merupakan jenis tanaman hijau yang memiliki akar, batang, daun bunga,
buah dan biji. Kangkung memiliki perakaran tunggang dengan banyak akar samping.
· Akar
tunggang tumbuh dari batangnya yang berongga dan berbuku-buku.
· Daun
kangkung berbentuk daun tunggal dengan ujung runcing maupun tumpul mirip dengan
bentuk jantung hati, warnanya hijau kelam atau berwarna hijau keputih-putihan
dengan semburat ungu dibagian tengah.
· Bunganya
berbentuk seperti terompet berwarna putih ada juga yang putih keungu-unguan.
· Buah
kangkung berbentuk seperti telur dalam bentuk mini warnanya cokelat kehitaman,
tiap-tiap buah terdapat atau memiliki tiga butir biji. Umumnya banyak
dimanfaatkan sebagai bibit tanaman.
2. Klasifikasi Tanaman Kangkung :
Kindom : Plantae ( Tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta ( Berpembuluh )
Superdivisio
: Spermatophyta ( Menghasilkan biji)
Divisio :
Magnoliophyta ( Berbunga )
Kelas : Magnoliapsida ( Berkeping dua /
dikotil )
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convovulceae
Genus : Ipomea
Spesies : Ipome reptan Poir
3.
Adapun jenis tanaman kangkung-kangkungan yang di
kenalmenurut perbedaan
habitatnya, yakni : Kangkung darat (Ipomea reptans) dan Kangkung air (Ipomea aquatica)
4.
Distribusi dan Ekologi.
a. Ekologi
Convolvulaceae
Habitat
alami kangkung air adalah di perairan yang tergenang. Kangkung biasanya tumbuh liar (secara alami)
di sawah, parit tepi sungai atau bahkan di parit. Tumbuhan ini kebanyakan
tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang
(Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di
atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara
dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun
muncul ke permukaan air.
b. Distribusi
Convolvulaceae
Pada
awalnya kangkung berasal dari India, kemudian banyak pedagang yang membawanya
berlayar ke berbagai negara seperti
Myanmar, Cina Selatan, Australia, Afrika, Malaysia dan Indonesia. Di
Cina, kangkung disebut dengan nama weng cai, di Eropa swamp cabbage, water
conuoiibis, atau ada pula yang menyebutnya water spinach.
5.
Manfaat/kegunaan
Kangkung Untuk Kesehatan,yaitu : Mengatasi Kekurangan Zat Besi, Melancarkan
Haid, Terhindar dari Penyakit Diabetes, Mengatasi Mimisan, Terhindar dari
Sariawan, Mengatasi Sakit Kepala, Menyegarkan Pikiran, engatasi Ambeien, Tidur
Lebih Nyenyak, dll.
B.
Saran.
Saran yang bisa kami berikan kepada pembaca ialah dalam
mempelajari tentang Convolvulacea janganlah
berpatokan pada 1 buku atau 1 sumber saja melainkan banyak membaca buku dan
reverensi yang lebih banyak agar khasanah ilmu anda bertambah .Dan setelah
kalian membaca makalah kami ini semoga kalian tau bagaiman tentang Convolvulacea (kangkung)
DAFTAR PUSTAKA
Alihamdan. 2017.
Jenis-Jenis Kangkung Dan Cara Menanamnya https://alihamdan.id/jenis-jenis-kangkung-dan-cara-menanamnya/. Diakses
pada tanggal 25 Maret 2018.
Budiyati tri
Ernanda. 2017. respon pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomea
reptans) pada media tanaman arang sekam dan cocopea konsentrasi poh
cair.Baselor tesis Universitas Muhammadiyah purwo kerto. banyumas. jawa tengah
Dibiyantoro,A.L.H.1996.Kangkung
(Ipomoca reptans).Balai penelitian Tanaman
sayur.pusat penelitian Tanaman Hortikultura.Badan penelitian dan
pengembangan pertanian.Lembang.
Edi.S.dan
A.Yusri.2009.Budidaya Kangkung darat semi organik.prima Tani kota jambi 4.jambi.
Efendi
E, 2018. Manfaat.co. 25 manfaat kangkung bagi kesehatan dan efek sampingnya. http://manfaat.co/manfaat-kangkung.html.
Diakses pada tanggal 8 April 2018.
Kurniawan fredi,
2016. klasifikasi dan morfologi tanaman kangkung http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfolgi-tanaman-kangkung/.
Diakses pada tanggal 26 maret 2018.
Lawrence,G.H.M.1951.Taxonomy
of Vascular plants.The Macmillan
company,New york.
Nordiyana. 2015
Laporan Praktikum Mata Kuliah Agronomi Tanaman Holtikultura Tentang Pengaruh
Pomipada Budidaya Kangkng. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.
http://noordi14.blogspot.co.id/2015/06/laporan-kangkung.html.
Diakses pada tanggal 24 Maret 2018.
Nurmaidamalau,
2013. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang kangkung merupakan salah satu tanaman.http://www.google.co.id/amp/s/nurmaidamalau.wordpress.com/2013/06/17/bab-ipendahuluan1-1-latar-belekang-merupakan-satu-tanaman/amp/.
Diakses pada tanggal 9 April 2018.
Purwono.2008.Budidayadelapan
jenis tanaman pangan,universitas padjadjaran,bandung,indonesia 231 halaman.
Pracaya. 2009. Hama dan penyakit
Tanaman.penebar swadaya jakarta.
MAKALAH
TAKSONOMI TUMBUHAN TINGKAT TINGGI
Tentang
CONVOLVULACEAE
DOSEN PEMBIMBING: MUHAMMAD IRWANSYAH M,Pd
DISUSUN:
OLEH
NUR HASANAH
NPM
: 17.3.01.0038
KELAS:
B/4
JURUSAN
PENDIDIKANMIPA
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOI
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)
BIMA
TAHUN
AJARAN 2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kehadira ALLAH SWT Yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kami sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Convolvulaceae ”.Salam
serta selawat kita haturkan kepad junjungan kita Nabi Muhammad SAW .Dalam
pembuatan makalah ini, penulis tidak sendiri menyelesaikannya, namun banyak
menerima bimbingan dan bantuan dari semua pihak, oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam
menyelesaikan makalah ini.Namun demikian, dalam penyusunan makalah ini tentu
masih banyak kekurangannya, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari semua
pendengar atau para audiens yang sifatnya membangun agar dapat memperbaiki
makalah ini.Semoga makalah ini bermanfaat. Atas perhatian kami semua,
mengucapkan terima kasih.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR
ISI................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
................................................................................. 1
B. Rumusan masalah............................................................................. 2
C. Tujuan............................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA.................................................................. 3
BAB III PEMBAHASAN
A. Ciri-ciri umum Convolvulaceae............................................................6 B. Klasifikasi Convolvulacea............................................... 8
C. Ciri-ciri spesies dan famili Convolvulaceae..................................... 8
D. Distribusi dan ekologi Convolvulacea............................................. 17
E.
Manfaat/kegunaan Convolvulaceae................................................ 19
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................... 25
B. Saran ............................................................................................... 26
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Convolvulaceae
merupakan salah satu tanaman holtikultura sayuran
yang sangat di gemari oleh masyarakat Indonesia, selain rasanya yang gurih,
tanaman kangkung mudah didapat di pasar tradisional dan cara mengolahnya mudah.
Selain itu tanaman kangkung juga cocok di tanam di daerah dataran rendah maupun
dataran tinggi.Kangkung merupakan tanaman semusim dan berumur pendek. Berasal
dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan
Australia dan bagian negara Afrika. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water
convovulus, Water spinach. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan
gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan
mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan .(Nurmaidamalau,2013).
Seorang pakar kesehatan Filipina Herminia
de Guzman Ladion memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman obat, sebab
berkhasiat untuk penyembuh penyakit sembelit juga sebagai obat yang sedang
diet. Selain itu, akar kangkung berguna untuk obat penyakit wasir.Usaha
budidaya tanaman kangkung di Indonesia semakin meningkat. Hal ini disebabkan
kebutuhan pasar akan sayur kangkung dari tahun ke tahun terus meningkat yang
dikarenakan adanya peningkatan variasi makanan dan usaha rumah tangga yang
menggunakan sayur kangkung sebagai bahan bakunya.Prospek pemasaran kangkung
sekarang ini sangat menjanjikan baik dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri
maupun untuk ekspor. Sehingga di Irian Jaya tepatnya Kecamatan Muting Kabupaten
Merauke kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari bagi masyarakat. (Nurmaidamalau,2013).
Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh
Besar tanaman kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga
maupun untuk dijual ke pasar. Kangkung darat juga banyak ditanam di Pulau Jawa
khususnya di daerah Jawa Barat.Teknik budidaya tanaman kangkung yang tepat
menjadi prioritas utama agar mendapat hasil yang optimal dengan kualitas yang baik.
Untuk meningkatkan produksi dapat dilakukan secara intensifikasi dan
ekstensifikasi. .(Nurmaidamalau,2013).
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
ciri-ciri umum Convolvulacea ?
2. Apa
klasifikasi Convolvulaceae
3. Bagaimanakah
ciri-ciri dari jenis-jenis Convolvulaceae
4. Bagaimanakah
distribusi dan ekologi Convolvulaceae
5. Apa
saja manfaat atau kegunaan Convolvulaceae
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui ciri
umum Convolvulaceae
2.
Untuk mengetahui
klasifikasi Convolvulaceae
3.
Untuk mengetahui ciri
dan jenis-jenis Convolvulaceae
4.
Untuk mengetahui
distribusi dan ekologi Convolvulaceae
5.
Untuk mengetahui
manfaat atau kegunaan Convolvulaceae
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Kangkung
Kangkung merupakan salah satu anggota famili Convolvulaceae. Menurut
Pracaya (2009) tanaman
kangkung dapat digolongkan
sebagai tanaman sayur. Kangkung
terdiri atas 3 jenis yaitu kangkung air (Ipomoea aquatica F.), kangkung darat
(Ipomoea reptans P.), dan
kangkung hutan (Ipomoea
crassiculatus R.).
Adapun taksonomi tanaman kangkung
darat adalah sebagai berikut:
Kingdom
: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub
Divisi : Angiospermae
Kelas :
Dicotiledonaes
Ordo :
Solanales
Famili :
Convolvulaceae
Genus :
Ipomoea
Species
: Ipomoea reptana
Menurut Purwono
(2008) tanaman kangkung
merupakan jenis tanaman sayuran yang memiliki
akar, batang, daun
bunga, buah dan
biji. Kangkung memiliki perakaran
tunggang dengan banyak
akar samping. Akar
tunggang tumbuh dari batangnya
yang berongga dan
berbuku-buku. Daun kangkung berbentuk daun tunggal
dengan ujung runcing maupun
tumpul mirip dengan bentuk
jantung hati, warnanya
hijau kelam atau
berwarna hijau keputih-putihan dengan semburat
ungu dibagian tengah.
Bunganya berbentuk seperti
terompet Respon Pertumbuhan Dan..., Ernanda Tri Budiati, Fakultas
Pertanian UMP, 2017 berwarna putih ada
juga yang putih keungu-unguan. Buah
kangkung berbentuk seperti telur
dalam bentuk mini warnanya
cokelat kehitaman, tiap-tiap
buah terdapat atau memiliki
tiga butir biji. Umumnya
banyak dimanfaatkan sebagai bibit tanaman. Jenis dari kangkung
ini terdiri dari dua jenis yaitu kangkung air dan kangkung darat.
Namun jenis
tanaman yang paling
umum dibudidayakan oleh masyarakat yaitu tanaman kangkung darat atau
yang biasanyadikenal baik dengan sebutan kangkung cabut.Bagian kangkung
yang dikonsumsi adalah daunnya,
rasanya segar dan banyak mengandung zat besi dan juga
vitamin A, B, dan C. Kangkung beradaptasi terhadap kondisi
iklim dan tanah
yang cukup beragam,
akan tetapi memerlukan
kelembaban tanah yang
relatif tinggi untuk
pertumbuhan yang optimun.
Tanah dengan kandungan bahan
organik tinggi lebih
disukai. Kangkung dapat
memberikan hasil yang
optimum pada kondisi
dataran rendah Tropika
dengan temperatur tinggi dan
penyinaran yang pendek.
Menurut Edi
dan Yusri (2009)
kandungan gizi dan
manfaat kangkung sama seperti
sayuran pada umumnya
kangkung mengandung serat
yang tinggi.Seratus gram kangkung
darat mengandung 458 gram kalium dan 49 gram natrium. Kedua zat ini merupakan
persenyawaan garam bromida yang bekerja sebagai obat tidur karena
sifatnya yang menekan
susunan saraf pusat.
Kangkung mengandung zat sedatif
dimana dapat menurunkan
ketegangan dan menginduksi
ketenangan. Zat sedatif dalam kangkung ini lebih banyak kandungannya
pada kangkung darat daripada
kangkung air.
Senyawa ipomea
dalam kangkung juga
mengandung Respon Pertumbuhan Dan..., Ernanda Tri Budiati, Fakultas
Pertanian UMP, 2017 senyawa
lysergic acid, yaitu
morning glory seed
yang berkhasiat sebagai halusinogenik. Menurut Edi
dan Yusri (2009)
kangkung kaya akan
senyawa fitokimia. Senyawa fitokimia
merupakan komponen bioaktif dan
antioksidan alami bagi tubuh. Senyawa ini berperan sebagai
nutrisi dan serat alami yang dapat mencegah penyakit yang
disebabkan oleh radikal
bebas dan mencegah
pertumbuhan sel kanker.
Beberapa manfaat
lain dari senyawa fitokimia adalah menurunkan resiko terhadap penyakit kanker,
hati, stroke, tekanan darah tinggi, katarak, osteoporosis dan infeksi saluran
pencernaan. Beberapa jenis senyawa fitokimia adalah alkaloid, flavanoid, kuinon,
tanin, polifenol, saponin
yang fungsinya saling
melengkapi. Sebagai
antiracun, antiradang, peluruh
kencing, menghentikan pendarahan,
dan memiliki efek sedatif.
Efek sedatif pada
kangkung mampu membawa
zat berkhasiat kesaluran pencernaan.
Karena itulah kangkung
memiliki kemampuan menetralkan racun.
Dalam setiap 100
gram kangkung terdapat
289 mg purin. Karena itulah konsumsi kangkung oleh
penderita asam urat harus dibatasi
.Kandungan Zat Gizi Daun Kangkung
Per 100 gram
|
Zat giji
|
Jumlah
|
|
Energi (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Serat (g)
Kalsium (mg)
Fosfor (mg)
Zat besi (mg)
Vit A (SI)
Vit B1 (mg)
Vitamin C (mg)
Klorofil (mg\I)
Air (g)
|
29
3
0,3
5,4
1
73
50
2,5
6300
0,07
32
25
89,7
|
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Ciri-ciri
umum Convolvulaceae
Kangkung (Ipomoea aquatica), juga
dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1adalah sejenis tanaman yang termasuk jenis
sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di
pasar-pasarKangkung ini bisa disebut dengan swamp cabbage, water convovulus,
water spinach, ini bersal dari india. Kemudian menyebar di berbagai
wilayah.kangkung mrupakan tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam
waktu 4-6 minggu sejak dari benih kangkung dikenal dengan nama latin adalah
Ipomoea Reptans.Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak
peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water
spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma,
Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika.Kangkung termasuk
suku Convolvulaceae (keluarga kangkung-kangkungan. (Nordiyana, 2015).
1.
Morfologi
Kangkung darat dan air
a. Batang
Kangkung darat memiliki
warna yang bedah daripada batang tanaan kangkung air.kangkung darat memiliki
warnah putih kehijau – hijauan, batang tanaman kangkung darat memiliki ruas –
ruas yang lebih besar daripada kangkung yang tumbuh di dalam air
b. Daun
Kangkung darat memiliki
daun yang lebih kecil dari pada daun kangkung air, sebab kangkung air memiliki
daun yang besar dan berwarna hijau pucat, sedangkan daun kangkung darat kecil
dan berwarna hijau tu
c. Biji
Kangkung darat lebih
banyak berbiji dari pada kangkung air. Itu sebabnya kangkung darat diperbanyak
lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.
d. Akar
Tanaman
kangkung memiliki akar yang berserabut, warna akar kangkung darat lebih terang
dari pada akar kangkung darat, serta memiliki akar yang lebih kuat dan lebih
panjang dari pada kangkung air.( Nordiyana,2015).
2.
Ciri-Ciri
tanaman Kangkun
a.
Kangkung merupakan
tanaman tahunan yang hidup di daerah tropis maupun subtropis.
b.
Tanaman ini termasuk
dalam family Convolvulaceae atau kangkung- kangkungan dengan batang bergetah
dan berlubang didalamnya.
c.
spesies dari tanaman
sejenis ini adalah Ipomeae batatas atau ubi jalar.
d.
Kangkung dikenal baik oleh masyarakat kita
sebagai sayuran hijau yang memiliki kandungan vitamin mineral yang dukup tinggi
dengan harga murah dan mudah di dapat serta pembudidayaannya juga tergolong
mudah.
e.
Karakter ini mendukung pengembangan sebagai
salah satu komoditas tanaman holtikultura yang potensial untuk dikembangkan.
f.
Tanaman kangkung
merupakan jenis tanaman hijau yang memiliki akar, batang, daun bunga, buah dan
biji. Kangkung memiliki perakaran tunggang dengan banyak akar samping.
g.
Akar tunggang tumbuh dari batangnya yang
berongga dan berbuku-buku.
h.
Daun kangkung berbentuk
daun tunggal dengan ujung runcing maupun tumpul mirip dengan bentuk jantung
hati, warnanya hijau kelam atau berwarna hijau keputih-putihan dengan semburat
ungu dibagian tengah.
i.
Bunganya berbentuk
seperti terompet berwarna putih ada juga yang putih keungu-unguan.
j.
Buah kangkung berbentuk
seperti telur dalam bentuk mini warnanya cokelat kehitaman, tiap-tiap buah
terdapat atau memiliki tiga butir biji. Umumnya banyak dimanfaatkan sebagai
bibit tanaman.
k.
Jenis dari kangkung ini
terdiri dari dua jenis yaitu kangkung air dan kangkung darat. Namun jenis
tanaman yang paling umum dibudidayakan oleh masyarakat kita yaitu tanaman
kangkung darat atau yang biasanya dikenal baik dengan sebutan kangkung cabut. (Nordiyana,2015)
B.
Klasifikasi
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman
Kangkung – Tanaman kangkung ( Ipomoea reptans Poir ) Merupakan salah satu
tanaman yang tidak asing bagi kita.
Tanaman kangkung ini sangat mudah di jumpai dan di budidayakan baik di daratan
maupun di perairan. Tanaman kangkung berasal dari india yang menyebarluas
keberbagai benua terutamanya benua Asia yaitu indonesia dan lainnya. Untuk
lebih jelas perharikan klasifikasi dan morfolgi tanaman kangkung berikut ini.( Kurniawan
fredi,2016).
Klasifikasi Tanaman Kangkung
Kindom : Plantae ( Tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta ( Berpembuluh )
Superdivisio : Spermatophyta ( Menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta ( Berbunga )
Kelas : Magnoliapsida ( Berkeping dua / dikotil )
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convovulceae
Genus : Ipomea
Spesies : Ipome reptan Poir
C.
Ciri-ciri
spesis dari family Convulvulaceae
Adapun
jenis tanaman kangkung-kangkungan yang di kenal menurut perbedaan
habitatnya, yakni (Alihamdan, 2017):
1.
Kangkung
darat (Ipomea reptans).
Tanaman
kangkung darat adalah salah satu jenis tanaman dari kangkung yang hidupnya di
darat. Nama latin tanaman kangkung darat adalah Ipomoea Reptana Poir. Sedangkan
dalam bahasa inggris tanaman kangkung darat memiliki nama yaitu garden morning
glory. Varietas tanaman kangkung ini ada dua yaitu kangkung air dan kangkung
darat. Tanaman kangkung darat ini biasanya dapat kita jumpai di sawah dan
landang. Namun tanaman kangkung darat ini dapat juga ditanam di rumah dengan
cara di semai dalam polybag atau langsung di tanah dan juga dapat ditanaman
secara hidroponik.
Perbedaan
tanaman kangkung air dan darat pada tanaman kangkung darat ini memiliki
batangnya berwarna lebih hijau dengan ujung daun yang meruncing dan ukuran
tanaman yang relatif agak kecil sedangkan ciri pada tanaman kangkung air
daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih
tumpul sehingga terlihat lebih lebar.
Fungsi dan kegunaan tanaman kangkung darat bagi masyarakat digunakan sebagai
aneka makanan olahan kangkung seperti kangkung tumis, kangkung darat, kangkung
terasi, kangkung saus tiram karena tanaman kangkung ini mempunyai rasa yang
enak dan renyah ketika kita mengokonsumsinya namun yang perlu hati-hati pada
saat memasaknya harus benar-benar matang karena terkadang ada tanaman kankung
pada bagian batangnya ada lintah. Tanaman ini juga memiliki berbagai macam
manfaat dan khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit yang ada ditubuh. Nama Daerah Tanaman Kangkung Darat Rumpun,
Kalayou, Ladidih, Kangkong Kampong.
a.
Klasifikasi
Tanaman Kangkung Darat
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping
dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae (suku
kangkung-kangkungan)
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea reptana Poir.
b.
Ciri-ciri
tanaman kangkung darat Ipomoea reptana
Poir :
1) Tanaman
kangkung darat termasuk tanaman dikotil
atau berkeping dua.
2) Tanaman kankung darat batangnya tumbuh tegak,
panjang, berlubang dan beruas.
3) Daun
tanaman kangkung darat berbentuk panah, tangkai panjang, tepi daun rata,
bersegi dengan panjang sampai 15 cm.
4) Tanaman
kangkung darat memiliki bunga berbentuk lonceng dan berwarna ungu.
5) Buah tanaman kangkung berbentuk bulat telur
didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung darat melekat dengan
bijinya. Warna buah tanaman kangkung darat hitam jika sudah tua dan hijau
ketika muda. Buah kangkung darat berukuran kecil sekitar 10 mm. Biji tanaman
kangkung darat berbentuk bersegi-segi atau tegak bulat. Berwarna cokelat atau
kehitam-hitaman.
6) Akar
tanaman kangkung darat alar tunggang yang mana akan muncul pada setiap ruas
batang yang sudah tua.
7) Umur tanaman kangkung darat relatif singkat
karena biasanya pasca tanam 30-45 hari akan dipanen.
8) Tanaman kangkung darat berkembang biak dengan
biji dan stek batang. Budidaya menanam kangkung biji/ batangnya ditanam
ditanah, pot, atau di polybag. Habitat tanaman kangkung darat berada didataran
rendah sampai dataran tinggi. Syarat tumbuh tanaman kangkung darat berada pada
tepat yang sedikit lembab dan berair.
2.
Kangkung
air (Ipomea aquatica).
Kangkung
air (Ipomoea aquatica) adalah tumbuhan akuatik yang sering digunakan orang
sebagai sayuran. Kangkung termasuk dalam keluarga Kangkung-kangkungan (Family
Convolvulaceae).
Berikut
adalah klasifikasi kangkung air dalam taksonomi tumbuhan.
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub
Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Convolvulales
Famili : Convolvulacae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea aquatica
a.
Anatomi
·
Struktur
Sel Akar
Pada
struktur akar kangkung masih terdapat empulur. Seperti struktur akar tumbuhan
yang lain, akar kangkung juga memiliki epidermis, endodermis, korteks, serta
pembuluh pengangkut (xylem dan floem).
Tipe berkas pengangkut radial, tipe tetra arch dengan rongga-rongga
udara pada daerah korteks. Kangkung merupakan salah satu tumbuhan yang berakar
serabut.
·
Struktur
Sel Batang
Batang
terdiri atas peridermis, korteks dan stele. Berkas pengangkut tipe bikolateral,
dimana terdapat floem luar, xilem dan floem dalam. Batang kangkung tersusun
atas sel aerinkim atau parenkim aerob, batang kangkung berwarna hijau sehingga
mengandung kloroplas. Hal ini membuktikan bahwa batang kangkung juga melakukan
fotosintesis. Pada batang kangkung empulurnya mengalami perombakan(tidak
terdapat empulur) sehingga bagian tengahnya berlubang dan dibatasi oleh ruas
(buku), hal ini mendukung fungsinya sebagai tumbuhan air yang memiliki
kemampuan untuk mengapung.
·
Struktur
Sel Daun
Bagian
permukaan bawah daun banyak terdapat stomata bertipe parasitik, hal ini
disesuaikan dengan habitatnya di air. Pada daun juga banyak terdapat klorplas
yang didalamnya terdapat klorofil untuk berfotosintesis. Daun terdiri atas
epidermis atas, mesofil dan epidermis bawah. Stoma tipe panerofor, parasitic
dengang 2 sel tetangga. Pada kangkung dimana aerasi menjadi masalah terdapat
aerenkim pada akar yang nampak mencolok (besar) dan adanya rongga pada daerah
empulur batang yang diduga terkait dengan aerasi internal
b.
Ciri-
ciri kangkung air Ipomoea aquatica :
· Akar
Tanaman kangkung
memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua
arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar
secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih.
· Batang
Batang kangkung bulat
dan berlubang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbacious) dari
buku-bukunya mudah sekali keluar akar. Memiliki percabangan yang banyak dan
setelah tumbuh lama batangnya akan merayap (menjalar). Warna batangnya lebih
hijau pekat daripada warna daun.
·
Daun
Kangkung memiliki
tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya terdapat mata
tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya runcing
ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan
daun bagian bawah berwarna hijau muda.
·
Bunga
Bunganya menyerupai
terompet dan daun mahkota bunga berwarna putih atau merah lembayung.
·
Buah
Buah kangkung berbentuk
bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung
seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika sudah tua dan hijau
ketika muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10 mm, dan umur buah
kangkung tidak lama. Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat.
Berwarna cokelat atau kehitam-hitaman, dan termasuk biji berkeping dua.
Kangkung air memiliki biji yang sedikit sehingga untuk memperbanyak tanaman ini
biasanya digunakan cara stek.
c.
Fisiologi
Secara fisiologi, kangkung air dapat
menghasilkan metabolit sekunder yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Kangkung air merupakan tanaman yang mengandung serat tinggi. Selain itu tanaman
kangkung juga banyak mengandung vitamin A dan C serta mineral terutama zat besi
yang berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh manusia (Dibiyantoro, 1996).
Kangkung air diduga memiliki mengandung
komponen bioaktif yang sangat berguna bagi tubuh. Kangkung telah banyak
dimanfaatkan sebagai obat tradisional di kalangan masyarakat, namun masih belum
cukup informasi untuk menjelaskan hal-hal tersebut secara ilmiah. Kangkung air
merupakan salah satu objek yang penting dan menarik untuk diuji komponen
bioaktif dan aktivitas antioksidan alami yang terkandung di dalamnya.
Antioksidan merupakan bahan atau senyawa yang dapat menghambat atau mencegah
terjadinya oksidasi pada substrat yang mudah teroksidasi dan telah banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bagian tanaman kangkung yang mengandung
banyak gizi terletak pada batang muda dan pucuknya. Kangkung memiliki kandungan
gizi yang cukup tinggi karena didalamnya terdapat :
· Vitamin A, B1, C, K protein
· Kalori (energi), karbohidrat, protein,
dan lemak
· Mineral dan zat penting, misalnya zat
besi, kalsium, fosfor, asam amino dan kar
D.
Distribusi
dan Ekologi
1.
Ekologi
Convolvulaceae
Habitat alami kangkung air adalah di
perairan yang tergenang. Kangkung
biasanya tumbuh liar (secara alami) di sawah, parit tepi sungai atau bahkan di
parit. Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa
tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit
yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air,
mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam
dalam air dan daun muncul ke permukaan air.
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae,
yang merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6
minggu sejak dari benih. Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat
pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau
terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas
permukaan laut.
Kangkung
air merupakan salah satu jenis dari keluarga kangkung-kangkungan. Selain
kangkung air, juga dikenal kangkung darat. Tanaman kangkung terdiri dan dua
varietas, yakni kangkung daratyang disebut kangkung cina dan kangkung air yang
tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat
dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih
kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat bunga putih bersih. Perbedaan lainnya
pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar
daripada kangkung darat. Warna batangnya juga bebeda. Kangkung air berbatang
hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan
berbiji. Kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air itu sebabnya
kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk
batang.
2.
Distribusi
Convolvulaceae
Pada awalnya kangkung berasal dari
India, kemudian banyak pedagang yang membawanya berlayar ke berbagai negara
seperti Myanmar, Cina Selatan,
Australia, Afrika, Malaysia dan Indonesia. Di Cina, kangkung disebut dengan
nama weng cai, di Eropa swamp cabbage, water conuoiibis, atau ada pula yang
menyebutnya water spinach.
Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa,
khususnya di Jawa Barat. Di Kecamatan Muting kabupaten Merauke, Papua, kangkung
merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh
Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun
dijual ke pasar. Ekologi
Habitat alami kangkung air adalah di
perairan yang tergenang. Kangkung biasanya
tumbuh liar (secara alami) di sawah, parit tepi sungai atau bahkan di parit.
Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di daera h
tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951).
Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di atas permukaan
air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau
tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan
air.
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae,
yang merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6
minggu sejak dari benih. Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat
pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau
terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas
permukaan laut.
Kangkung air merupakan salah satu jenis
dari keluarga kangkung-kangkungan. Selain kangkung air, juga dikenal kangkung
darat. Tanaman kangkung terdiri dan dua varietas, yakni kangkung daratyang
disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa,
atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada
warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung
darat bunga putih bersih. Perbedaan lainnya pada bentuk daun dan batang.
Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Warna
batangnya juga bebeda. Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat
putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan berbiji. Kangkung darat lebih banyak
bijinya daripada kangkung air itu sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat
biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.
Pada awalnya kangkung berasal dari
India, kemudian banyak pedagang yang membawanya berlayar ke berbagai negara
seperti Myanmar, Cina Selatan,
Australia, Afrika, Malaysia dan Indonesia. Di Cina, kangkung disebut dengan
nama weng cai, di Eropa swamp cabbage, water conuoiibis, atau ada pula yang
menyebutnya water spinach.
Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa,
khususnya di Jawa Barat. Di Kecamatan Muting kabupaten Merauke, Papua, kangkung
merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh
Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun
dijual ke pasare.
E.
Manfaat/kegunaan
Kangkung Untuk Kesehatan
Adapun manfaat kangkung
bagi kesehatan, yaitu (Efendi E,2018).
·
Mengatasi Kekurangan
Zat Besi
Jika
Anda mengalami sering pusing, badan lemas, pandangan kabur maka bisa jadi Anda
mengalami kekurangan zat besi. Cara untuk mengatasinya yaitu dengan
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, salah satu diantaranya yaitu
sayur kangkung. Lihat juga Manfaat zat besi bagi tubu
·
Melancarkan Haid
Bagi
Anda para wanita yang sedang mengalami gangguan haid, cobalah minum rendaman
kangkung lalu peras ambil airnya dengan
setengah gelas air campurkan satu sendok madu. Minumlah secara rutin dalam
beberapa hari sehari sekali maka haid akan lancar.
·
Terhindar dari Penyakit
Diabetes
Kabar
gembira bagi Anda yang sering mengkonsumsi kankung yaitu Anda akan terhindar
dari penyakit gula atau disebut diabetes. Hal ini karena kandungan zat pada
kangkung bermanfaat untukk menyerap kadar gula berlebih pada tubuh kita.
·
Mengatasi Mimisan
Jika
Anda atau orang yang Anda kenal mengalami mimisan, maka coba segera atasi dengan
kangkung. Adapun caranya yaitu: Ambil seikat kangkung segar, ambil daunnya
saja. Cuci sampai bersih dan tumbuk sampai halus. Tambahkan gula merah asli
secukupnya. Ambil segelas air panas lalu seduhkan, setelah dingin atau hangat
saring seduhan kangkung tadi lalu diminumkan.
·
Terhindar dari Sariawan
Salah
satu penyebab seseorang mengalami sariawan selain panas dalam karena
kekurangan vitamin C. Pada kangkung
terdapat kandungan vitamin C yang tidak kalah dengan buah, maka dengan rutin
mengkonsumsinya Anda akan terhindar dari sariawan dan juga gusi berdarah. Baca
juga cara alami mengobati sariawan.
·
Mengatasi Sakit Kepala
Seringkali
kita mengalami kepala sakit cenat-cenut yang disertai pusing. Cobalah
mengatasinya dengan rebusan sayur kangkung.
Caranya yaitu dengan merebus seikat kangkung dengan 2 gelas air, rebus
sampai jadi 1 gelas. Setelah dingin diminum.
·
Menyegarkan Pikiran
Pada
kangkung terdapat kandungan vitamin B dan nutrisi lainnya yang bermanfaat untuk
meningkatkan produksi serotin. Dengan meningkatknya serotin pada otak kita akan
membantuk dalam menyegarkan dan menenangkan pikiran kita.
·
Mengatasi Ambeien
Sebagian
orang percaya bahwa kangkung dapat meredakan ambeien. Adapun caranya yaitu
dengan air rebusan mengkonsumsi satu ikat kangkung, rebus dari 2 gelas menjadi
segelas. Ambeien Anda akan sembu secara perlahan. Harus diperhatikan juga bahwa
penderita ambeien jangan mengkonsumi makanan pedas karena akan memperparah
ambeien.
·
Tidur Lebih Nyenyak
Setelah
mengkonsumsi sayur kangkung pastinya Anda akan merasa kantuk. Hal ini karena
sifat sedatif dalam kangkung yang menyebabkan saraf lebih kendur sehingga Anda
akan merasakan kantuk. Cocok sekali jika dikonsumsi bagi menginginkan tidur
lebih nyenyak, konsumsilah sayur kangkung sebelum Anda tidur sepertinya adalah
waktu yang pas.
·
Mengatasi Susah Tidur
Ada
kalanya ketika waktunya jam tidur tapi Anda malah mengalami susah tidur. Jika
hal itu terjadi cobalah mengkonsumsi sayur kangkung. Karena, efek dari
mengkonsumsi kangkung akan membuat Anda mengantuk dan saraf-saraf yang tegang
akan lebih kendor.
·
Menjaga Kesehatan Mata
Pada
kangkung terdapat kandungan vitamin A yang sangat baik peranannya dalam menjaga
kondisi mata agar tetap sehat. Ternyata vitamin A pada kangkung hampir setara
dengan bayam, malah ada sumber yang menyartakan bahwa lebih banyak kandungannya
dibanding bayam.
·
Meredakan Sakit Gigi
Jika
Anda mengalami sakit gigi, cobalah atasi dengan minum ramuan rebusan akar
kangkung. Caranya yaitu: Sediakan segenggam akar kangkung tambahkan setengah
sendok teh cuka, rebus sampai mendidih dengan 1 gelas air. Setelah
hangat-hangat kuku minum air rebusan tersebut sambil dikumur-kumurkan
·
Terhindar Dari Cacar
Air
Kandungan
nutrisi pada kangkung dipercaya dapat mencegah cacar air. Baik dikonsumsi
secara rutin oleh anak-anak atau dewasa yang belum pernah terkena cacar air.
Benar atau tidak masih diperlukan penelitian ilmiah lebih lanjut. Tidak ada
salahnya mencoba, karena jika memang begitu berarti Anda tidak perlu vaksi
cacar kan?
·
Melancarkan Air Kencing
Cobalah
rutin mengkonsumsi air rebusan kangkung, jika ribet dibuat lalapan saja atau
dimasakan sayur. Walaupun kebanyakan sumber harus dengan meminum air rebusan
kangkung, Saya pikir dengan mengkonsumsinya secara langsung atau sayurnya
khasiatnya sama. Setuju atau tidak?
·
Meredakan Gigitan
Serangga
Jika
Anda terkena gigitan serangga, lalu kebetulan ada kangkung mentah didapur Anda.
Cocalah memanfaatkan kangkung untuk meredakan sakit dan gatal-gatal karena
gigitan serangga
·
Mengobati Bisulan
Jika
Anda mengalami bisul cobalah menyembuhkannya dengan daun kangkung yang
dihaluskan, campurkan garam secukupnya lalu tempelkan pada area yang terkena
bisul. Diamkan beberapa menit dan lakukan 1 hari dua kali.
·
Menghilangkan Ketombe
Sabun
anti ketombe terasa kurang ampuh? Jika Anda mengalami gatal-gatal karena banyak
ketombe di kulit kepa Anda. Cobalah mengatasi ketombe dengan kangkung. Caranya:
Rendam seikat daun kangkung pada air secukupnya, diamkan semalaman. Keesokan
harinya pakailah untuk keramas sebelum menggunakan sampo antiketombe Anda.
Lakukan setiap hari.
·
Mengatasi Mual dan
Sembelit
Khususnya
bagi ibu hamil yang sering mengalami mual pada awal kehamilan yang disertai
sembelit. Cobalan atasi dengan rutin mengkonsumsi tumis sayur kangkung. Selain
itu, juga menyehatkan kondisi ibu hamil karena asupan zat besi Anda terpenuhi.
·
Menghaluskan Kulit Kapan
Kulit
kasar kapalan memang tidak nyaman. Cobalah menghaluskan kulit And dengan
mengoleskan getah kangkung secara rutin pada bagian kulit kapalan. Lambat laun
kulit kapalan akan hilang dan mengalus.
·
Mengatasi Kulit Gatal
Jika
Anda mengalami gatal-gatal pada kulit seperti karena eksim, cobalah meredakan
gatal-gatal dengan air rebusan kangkung. Caranya rebus seikat kangkung dengan
beberapa gelas air. Diamkan sampai hangat, lalu rendamkan atau basuhkan pada
bagian kulit yang gatal-gatal.
·
Menjaga Kesehatan
Jantung dan Otak
Kandungan
nutrisi pada kangkung bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah Anda. Anda
akan terhindar dari pembekuan darah yang biasa terjadi pada pembuluh darah
jantung dan otak, sehingga Anda akan terhidar dari penyakit jantung dan stroke.
·
Mengatasi Bau Mulut
Kandungan
Minyak esensial pada kangkung bermanfaat untuk mencegah dan menghilangkan bau
mulut. Dengan sering mengkonsumsi sayur kangkung Anda akan terhidar dari bau
mulut. Jangan lupa juga sikat gigi 2 kali sehari ya!
·
Melancarkan Air Susu
Ibu (ASI)
Banyak
sayuran hijau yang dapat membantu melancarkan dan memperbanyak ASI pada ibu
yang sedang menyusui, salah satunya adalah kangkung. Mungkin Anda baru dengar?
Ya sekarang Anda sudah tahu, maka cobalah karena kangkung mudah ditemukan di
warung atau pasar, tidak seperti daun katuk yang agak susah dicari karena
jarang di warung atau pasar.
·
Terhindar dari
Kolesterol Tinggi
Baik
sekali bagi Anda yang punya kolesterol tinggi, sering-seringlah mengkonsumsi
sayur kangkung. Selain murah manfaatnya luar biasa bagi Anda yang mempunyai
kolesterol tinggi. Bagi Anda yang suka dan sering menjadikan kangkung sebagai
menu makanan Anda, Anda akan terhindar dari kolesterol tinggi.
·
Menyehatkan Rambut
Selain
dapat mengatasi ketombe, air rebusan kangkung juga dapat mengatasi permasalahan
rambut Anda, seperti dapat merangsang pertumbuhan rambut baru, mengatasi rambut
rontok dan bercabang. Caranya sama seperti poin 17.
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
makalah ini , yaitu:
1.
Ciri-ciri umum tanaman
kangkung, antara lain :
· Tanaman
kangkung merupakan jenis tanaman hijau yang memiliki akar, batang, daun bunga,
buah dan biji. Kangkung memiliki perakaran tunggang dengan banyak akar samping.
· Akar
tunggang tumbuh dari batangnya yang berongga dan berbuku-buku.
· Daun
kangkung berbentuk daun tunggal dengan ujung runcing maupun tumpul mirip dengan
bentuk jantung hati, warnanya hijau kelam atau berwarna hijau keputih-putihan
dengan semburat ungu dibagian tengah.
· Bunganya
berbentuk seperti terompet berwarna putih ada juga yang putih keungu-unguan.
· Buah
kangkung berbentuk seperti telur dalam bentuk mini warnanya cokelat kehitaman,
tiap-tiap buah terdapat atau memiliki tiga butir biji. Umumnya banyak
dimanfaatkan sebagai bibit tanaman.
2. Klasifikasi Tanaman Kangkung :
Kindom : Plantae ( Tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta ( Berpembuluh )
Superdivisio
: Spermatophyta ( Menghasilkan biji)
Divisio :
Magnoliophyta ( Berbunga )
Kelas : Magnoliapsida ( Berkeping dua /
dikotil )
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convovulceae
Genus : Ipomea
Spesies : Ipome reptan Poir
3.
Adapun jenis tanaman kangkung-kangkungan yang di
kenalmenurut perbedaan
habitatnya, yakni : Kangkung darat (Ipomea reptans) dan Kangkung air (Ipomea aquatica)
4.
Distribusi dan Ekologi.
a. Ekologi
Convolvulaceae
Habitat
alami kangkung air adalah di perairan yang tergenang. Kangkung biasanya tumbuh liar (secara alami)
di sawah, parit tepi sungai atau bahkan di parit. Tumbuhan ini kebanyakan
tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang
(Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di
atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara
dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun
muncul ke permukaan air.
b. Distribusi
Convolvulaceae
Pada
awalnya kangkung berasal dari India, kemudian banyak pedagang yang membawanya
berlayar ke berbagai negara seperti
Myanmar, Cina Selatan, Australia, Afrika, Malaysia dan Indonesia. Di
Cina, kangkung disebut dengan nama weng cai, di Eropa swamp cabbage, water
conuoiibis, atau ada pula yang menyebutnya water spinach.
5.
Manfaat/kegunaan
Kangkung Untuk Kesehatan,yaitu : Mengatasi Kekurangan Zat Besi, Melancarkan
Haid, Terhindar dari Penyakit Diabetes, Mengatasi Mimisan, Terhindar dari
Sariawan, Mengatasi Sakit Kepala, Menyegarkan Pikiran, engatasi Ambeien, Tidur
Lebih Nyenyak, dll.
B.
Saran.
Saran yang bisa kami berikan kepada pembaca ialah dalam
mempelajari tentang Convolvulacea janganlah
berpatokan pada 1 buku atau 1 sumber saja melainkan banyak membaca buku dan
reverensi yang lebih banyak agar khasanah ilmu anda bertambah .Dan setelah
kalian membaca makalah kami ini semoga kalian tau bagaiman tentang Convolvulacea (kangkung)
DAFTAR PUSTAKA
Alihamdan. 2017.
Jenis-Jenis Kangkung Dan Cara Menanamnya https://alihamdan.id/jenis-jenis-kangkung-dan-cara-menanamnya/. Diakses
pada tanggal 25 Maret 2018.
Budiyati tri
Ernanda. 2017. respon pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomea
reptans) pada media tanaman arang sekam dan cocopea konsentrasi poh
cair.Baselor tesis Universitas Muhammadiyah purwo kerto. banyumas. jawa tengah
Dibiyantoro,A.L.H.1996.Kangkung
(Ipomoca reptans).Balai penelitian Tanaman
sayur.pusat penelitian Tanaman Hortikultura.Badan penelitian dan
pengembangan pertanian.Lembang.
Edi.S.dan
A.Yusri.2009.Budidaya Kangkung darat semi organik.prima Tani kota jambi 4.jambi.
Efendi
E, 2018. Manfaat.co. 25 manfaat kangkung bagi kesehatan dan efek sampingnya. http://manfaat.co/manfaat-kangkung.html.
Diakses pada tanggal 8 April 2018.
Kurniawan fredi,
2016. klasifikasi dan morfologi tanaman kangkung http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfolgi-tanaman-kangkung/.
Diakses pada tanggal 26 maret 2018.
Lawrence,G.H.M.1951.Taxonomy
of Vascular plants.The Macmillan
company,New york.
Nordiyana. 2015
Laporan Praktikum Mata Kuliah Agronomi Tanaman Holtikultura Tentang Pengaruh
Pomipada Budidaya Kangkng. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.
http://noordi14.blogspot.co.id/2015/06/laporan-kangkung.html.
Diakses pada tanggal 24 Maret 2018.
Nurmaidamalau,
2013. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang kangkung merupakan salah satu tanaman.http://www.google.co.id/amp/s/nurmaidamalau.wordpress.com/2013/06/17/bab-ipendahuluan1-1-latar-belekang-merupakan-satu-tanaman/amp/.
Diakses pada tanggal 9 April 2018.
Purwono.2008.Budidayadelapan
jenis tanaman pangan,universitas padjadjaran,bandung,indonesia 231 halaman.
Pracaya. 2009. Hama dan penyakit
Tanaman.penebar swadaya jakarta.
BalasHapus